Dosa Besar (bagian 1)

on Sabtu, Januari 29, 2011
Dalam postingan kali ini, saya akan menjelaskan secara singkat tentang tema postingan yg ada di judul.. Awalnya saya ingin menjelaskan secara panjang lebar, tapi melihat panjangnya macam2 dosa besar, dan agar para pembaca tidak jenuh dan bosan,, saya akan memecahnya ke dua bagian yaitu "Dosa Besar bagian 1" , bagian 2,, serta bagian 3 (Biar mata ga cape kalau bacanya sekaligus). Dan pastinya postingan yg anda baca kali ini adalah bagian pertamanya..Tanpa basa-basi lagi, silahkan membaca postingan kali ini.


Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah dosa besar. Ada yang berpendapat tujuh, tujuh puluh dan tujuh ratus. Ada pula yang mengatakan bahwa dosa besar adalah semua perbuatan yang dilarang dalam syariat semua para nabi dan rasul.
Pendapat yang paling kuat tentang pengertian dosa besar adalah segala perbuatan yang pelakunya diancam dengan api neraka, laknat atau murka Allah di akherat atau mendapatkan hukuman di dunia
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang menghunuskan pedang kepada kami, kaum muslimin, maka dia bukan golongan kami” (HR Bukhari dan Muslim).


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang menipu kami maka dia bukan golongan kami” (HR Muslim).
Mencuri adalah perbuatan yang memiliki hukuman had yaitu potong tangan maka muncuri adalah dosa besar. Zina juga memiliki hukuman had sehingga termasuk dosa besar. Membunuh juga dosa besar. Namimah atau adu domba juga dosa besar karena sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Orang yang melakukan namimah itu tidak akan masuk surga” (HR Bukhari dan Muslim).

Berikut dijabarkan macam2 dosa besar
Abu Tholib Al-Makki berkata: Dosa besar itu ada 17 macam.:

a) 4 macam di hati, yaitu: 
1. Syirik. 

Syirik kepada Allah swt. Tentang hal ini Allah swt berfirman, yang artinya :
“Sesungguhnya, A/lah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dike­ hendaki-Nya
(an Nisaa’:4S)
“… Sesungguhnya, orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga (al-Maa’idah:72)”
Syirik artinya menduakan Allah,, mempercayai ada kekuatan yg lebih besar daripada milik-Nya. Seperti mempercayai paranormal, dukun, ramalan, dll. 

2. Terus menerus berbuat maksiat. 
Kalo ini mah gampang aja,singkat pula--> tinggal dibayangin aja, maksiat aja dosa,, apalagi kalau maksiatnya itu secara terus menerus tanpa kapok2 dilakukan terus-terusan.

3. Putus asa.

Allah swt berfirman mengenai hal ini
“… Sesungguhnya, tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. ‘ (Yusuf: 87)”
Jika berputus asa, kemauan dalam hidup kita juga akan berkurang. Dan kebanyakan orang yg berputus asa serta tidak mau mencoba untuk berhasil malah menyia-nyiakan hidupnya. Dan sesungguhnya Allah tidak suka orang yg suka menyia-nyiakan (mubazir).
4. Merasa aman dari siksa Allah. 

Allah swt berfirman tentang hal ini,
“… Tiadalah yang merasa aman dari azab A/lah kecua/i orang-orang yang merugi.‘(al-A’raaf: 99)”
 Mungkin kita sering merasa kita tidak berdosa, sehingga kita dengan entengnya melakukan dosa2 yg lain,, itu dikarenakan kita sudah tidak memiliki rasa bersalah/berdosa yg membuat kita tak merasa khawatir, dalam hati mungkin kita berkata begini -- "Ah dosa gw masih dikit, jadi kalo "begini" mungkin ngak bakalan kenapa2". Tidak sadarkah bahwa setiap saat kita selalu berbuat dosa? Baik sengaja ataupun tidak, baik yg kita sadari ataupun tidak ada dosa yg kita dapat. Jadi janganlah merasa aman, dan suci dari dosa, di zaman ini ataupun zaman yg lampau tidak ada seseorang pun yg bebas dari suatu kesalahan, kecuali orang yg telah disucikan oleh Allah.

b) 4 macam pada lisan, yaitu: 
1. Kesaksian palsu. 
Ini mungkin sering kita lihat dalam pengadilan di berbagai negara, sering disebut saksi bayaran (pasti udh tau maksudnya). Dalam suatu pengadilan (terutama di Indonesia) kalau menjadi saksi pasti disumpah lebih dulu menggunakan Al-Qur'an agar kita takut untuk bersaksi bohong.. Tetapi masih ada aja yg suka memberikan kebohongan dalam kesaksiannya.. Tahukah kamu, jika kita mengatakan kebohongan dalam suatu pengadilan, kebohongan tersebut bisa menjadi fitnah dan merugikan orang lain yg tidak bersalah. Dan ingat "fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan" (semua orang pasti sering denger kata2 ini).

2. Menuduh berbuat zina pada wanita baik-baik (Qadzaf).

Adalah menuduh wanita baik-baik berbuat zina. Tentang hal ini Allah SWT berfirman,
“‘Sesunggubnya, orang-orang yang menudub wanita-wanita yang baik-­baik, yang lengab lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akbirat, dan bagi mereka azab yang besar.’ (an-Nuur: 23). 

Tuduhan berzina akan membawa akibat buruk dalam kehidupan manusia, karena dengan tuduhan berzina selain akan menghilangkan kehormatan, dan nama baik orang yang dituduh berzina itu bisa dikucilkan dalam masyarakat atau lingkungannya. Jadi Qadzaf merupakan perbuatan yang diharamkan, karena membawa dampak buruk pada kehidupan manusia. Bukan orang yang dituduh saja yang akan hancur, akan tetapi yang menuduhkan bisa hancur kalau dia tidak bisa menunjukkan kebenaran tuduhan itu atau mempunyai maksud buruk untuk melawan hukum.

3. Sumpah palsu. 

Sumpah palsu, yaitu jika seseorang ber­sumpah untuk melakukan sesuatu perbuatan, namun ternyata ia tidak mela­kukan perbuatan itu. Atau, ia bersumpah tidak akan melakukan sesuatu perbuatan, namun nyatanya ia kemudian melakukan perbuatan itu. 

Tentang hal ini Allah SWT berfirman,
“Sesungguhnya, orang-orang yang menukar janji. Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak rnendapat bagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. ‘ (Ali Imran: 77)”

Mungkin bagian yg ini sudah sering kita lihat dalam kehidupan sehari2. Contohnya: Si A dituduh si B, "oy lu yak, yg ngambil duit gua?", si A menjawab "bukan Demi (menyebut nama Allah) bukan gua yg ngambil". Nah padahal si A ngambil duit si B,, dari situ saja sudah termasuk sumpah palsu.

4. Mengamalkan sihir.
Ada beberapa surat dan hadist yg menyatakan tentang larangan mengamalkan sihir, seperti :


Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka....


Yang dimaksud sihir bisa bermakna "orang yg betulan seorang penyihirr" atau "orang yg hanya bisa menggunakan sihir". Ilmu sihir tidak memberikan sebarang kegunaan, tiada manfaat kepada manusia. Ilmu ini mengundang kemudaratan yang amat besar yaitu syirik kepada Allah SWT karana mereka yg melakukan ilmu sihir melakukan penyembahan kepada syaitan. Ilmu sihir ini haram dipelajari dan tidak boleh diamalkan karena sihir ialah ilmu untuk mengkhianati dan menggangu manusia. Wallahuaklam.. Kalau mau lebih dekat dengan kehidupan di Indonesia mungkin sebutan dukun lebih familiar yah (au ah dukun sama penyihir sama atau beda)
Oleh karena itu, kita harus berdoa kepada Allah SWT agar dijauhkan dari perbuatan2 yg temasuk dosa besar.
Bersambung ke part 2.....(Akan saya post secepatnya)














0 komentar:

Posting Komentar